• SMA NEGERI 3 CIKARANG UTARA
  • Preparing The Bright Future

IMPROVING STUDENTS WRITING SKILL OF STATING INTENTION USING AUDIO VISUAL OF THE FIRST GRADE STUDENTS OF X IPA 6 AT SMAN 3 CIKARANG UTARA IN THE 2020/2021 ACADEMIC YEAR

IMPROVING STUDENTS WRITING SKILL OF  STATING INTENTION  USING AUDIO VISUAL OF THE FIRST GRADE STUDENTS OF X IPA 6 AT SMAN 3 CIKARANG UTARA IN THE 2020/2021 ACADEMIC YEAR

 

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA INGGRIS DENGAN MATERI POKOK STATING INTENTION PADA SISWA KELAS X IPA 6  SMAN 3 CIKARANG UTARA  TAHUN PELAJARAN 2020/2021

HANDAYANI

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris PPG PT-Universitas Muhammadiyah Prof DR.Hamka

2020

 

                            ABSTRAK

 

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis paragraf pernyataan niat melakukan kegiatan Peserta Didik kelas X MIPA 6 SMA Negeri 3 Cikarang Utara Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan menerapkan media Audio-Visual (Video). Subjek pada penelitian ini berjumlah 36 Peserta Didik. Penelitian ini terdiri dari pratindakan, Siklus I dan Siklus II. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan menulis paragraf pernyataan niat melakukan kegiatan dengan menerapkan media Audi-Visual (Video). Data diperoleh melalui dokumentasi yang berupa tugas-tugas Peserta Didik selama penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Pembelajaran menulis paragraf niat melakukan kegiatan dengan media Audio-Visual (video) dapat meningkatkan hasil keterampilan menulis paragraf. Hal ini terlihat dari skor rata-rata keterampilan menulis paragraf sebelum diberi tindakan (pratindakan) adalah 65,66 sedangkan setelah diberi tindakan siklus I skor rata-rata menjadi 66,97 dan siklus II menjadi 75,13. Secara keseluruhan pada akhir siklus II semua aspek dan kriteria menulis paragraf niat melakukan kegiatan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil penelitian  di atas, diketahui bahwa penggunaan media Audio-Visual (Video) berhasil dan dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf niat melakukan kegiatan Peserta Didik kelas X MIPA 6 SMA Negeri 3 Cikarang Utara Tahun Pelajaran 2020/2021.

 

Kata kunci: Media Audio Visual, Menulis, Stating Intention

Abstract

This research is a Classroom Action Research (PTK) which aims to improve the skills of writing paragraph statment of intention  for students of X MIPA 6 of SMAN 3 Cikarang Utara in Academic Year 2020/2021 by applying Audio – Visual (Video) as learning media. The subjects in this study were 36 students. This research consists of pre-action, cycle 1 and cycle II. This research is focused on problems related to improving skills in writing paragraph statements of intetion of doing activities by applying Audio-Visual (Video).  The data was obtained throught  documentation in the form of students tasks during the research. The data were analyzed by using qualitative and quantitative descriptions. Learning to write paragraphs of intention with Audio-Visual (Video) can improve students’ writing skills.  It is reflected from the average score of students’ writing skills before being given action (Pre-action) is 65, 66, while after being given action in cycle I the avergae scores improved to 66, 97 and in cycle II becomes 75, 13. Overall, at the end of cycle II, all aspects and criteria for writing paragraphs of intention tor get experiences a significant increase.based on the result of the research, it is stated that the use of Audio Visual (Video) improves students’ writing skills in writing paragraph intention of  X MIPA 6 studnets at SMAN 3 Cikarang Utara for the 2020/2021 Academic Year.

 


I.PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Menulis merupakan salah poin satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasa peserta didik yakni berbicara, menulis, membaca, dan menyimak. Dengan menulis, siswa dapat mengungkapkan ide, menuangkan pikiran dan gagasan serta perasaan. Kemampuan menulis secara efektif sangat diperlukan siswa. Untuk mewujudkan keterampilan menulis, perlu adanya upaya yang sistematis mulai dari pendidikan dasar. Keterampilan menulis ini sangat penting dalam menunjang aktivitas kehidupan pada saat ini dan pada masa memasuki dunia kerja. Seseorang yang memiliki kemampuan menulis yang baik selalu dapat mengekspresikan diri (Sadiku, 2015) sehingga menunjang kemampuan dan daya saing pada dunia kerja..

Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan belajar di sekolah diantaranya adalah adalah siswa dan guru, sarana dan prasarana, dan pemerintah. Di dalam kelas, metode pembelajaran dan strateginya yang dipilih oleh seorang guru mempengaruhi aktivitas  belajar siswanya. Sarana dan prasarana termasuk media pembelajaran yang tersedia juga dapat mempengaruhi proses pembelajaran di kelas. Peran pemerintah dalam menerapkan regulasi dalam bidang pendidikan termasuk perumusan kurikulum menjadi salah satu yang juga mempunyai peran yang signifikan terhadap keberhasilan pendidikan dan pembelajaran. Pada kenyataannya, ditemukan sebuah kondisi dalam pembelajaran yang masih perlu adanya perbaikan.

Kegiatan belajar mengajar seyogyanya merupakan kegiatan yang mengaktifkan tidak hanya guru tetapi juga adalah siswa. Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung guru sangat berperan penting dalam membantu peserta didik untuk mencapai sebuah keberhasilan belajar yang maksimal. Seorang guru juga dituntut untuk mempunyai sikap yang profesional dalam mengajar, meniliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai sehingga proses pembelajaran lebih menarik, efektif, efisien dan menyenangkan sehingga hasil belajar mempunyai mutu yang tinggi. Dalam pembelajaran, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong siswa untuk berani menulis dan lebih banyak pada ekspresi ide (Cole & Feng, 2015).

Berdasarkan fenomena yang terjadi, siswa kelas X SMAN 3 Cikarang Utara pada Kompetensi Dasar (KD) menulis, ditemukan siswa yang memiliki kesulitan dalam melakukan tugas menulis walaupun telah didiskusikan di kelas. Salah satu guru mengutarakan beberapa hal yang menjadi penyebab pembelajaran menulis belum terlaksana dengan baik, yaitu karena:(1) pemahaman siswa terhadap pengertian dan cara menulis itu masih kurang (2) sarana prasarana atau media yang ada di sekolah masih perlu ditingkatkan. (3) teori, prinsip, dan generalisasi mengenai menulis belum banyak diungkapkan hanya berpandu pada buku paket,

(4) bahan pengajaran menulis sangat kurang, Pada kenyataan, keterampilan menulis siswa masih rendah. Beberapa hal yang menyebabkanya adalah minat siswa terhadap pembelajaran, ketertarikan siswa untuk berlatih keterampilan menulis, dan pemahaman siswa yang kurang terhadap pentingnya keterampilan menulis.

Penggunaan media pembelajaran menulis oleh guru masih belum bervariasi. Media pembelajaran yang disediakan sekolah belum dimanfaatkan secara opetimal oleh guru khususnya media audiovisual. Agar keterampilan menulis dapat meningkat diperlukan sebuah metode yang efektif dan efisien. Salah satunya adalah dengan memilih media pemebelajaran yang menarik danefektif seningga suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Media pembelalajaran merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ada banyak jenis media pembelajaran yang dapat digunakan guru. Bagi seorang pendidik, tersedianya media pembelajaran dapat mengakomodasikan informasi kepada siswanya secara menyeluruh. Di samping itu, media pembelajaran juga berguna untuk dalam penyajian pesan agar lebih jelas dan tidak terlalu bersifat verbalitas atau teoretis. Media juga dapat menstimulasi siswa menjadi lebih. Agar pembelajaran menjadi lebih efektif dengan penggunaan media pembelajaran, guru harus mampu memilih dan menentukan media pembelajaran yang tepat sesuai dengan kondisi siswa dan materi pembelajaran yang sedang didiskusikan.

 

Menulis sebuah percakapan merupakan keterampilan yang memiliki ciri khas tersendiri. Ada berbagai rumusan yang digunakan dalam sebuah percakapan. Kalimat yang digunakan harus ada keterkaitan bertanya dengan merespon. Menulis sebuah pecakapan pun memiliki tekhnis dimana menggunakan macam macam ungkapan atau gambits yang akan muncul dalam percakapan tersebut. Menulis sebuah percakapan pun harus padu padan antara kalimat pembuka, kalimat inti dimana ungkpan akan digunakan, dan tehknik dan pemilihan kalimat yang harus digunakan untuk mengakhiri percakapn dengan baik.   .

Dalam menulis, siswa membutuhkan sesuatu yang konkret untuk memperoleh ide-ide seperti pergi ke tempat-tempat yang akan mereka gambarkan, atau menyajikan realia, atau memajang foto atau gambar. Dengan kata lain, siswa membutuhkan konteks. Memberikan visual atau realia membantu mengontekstualisasikan pengajaran di kelas. Konteks sangat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa yang pada gilirannya akan membantu mereka mengembangkan ide-ide mereka untuk memperkaya tulisan mereka (Sa ’diyah, 2017). Sebuah hasil penelitian (Bajrami & Ismaili, 2016) menyebutkan bahwa membawa materi video ke dalam kelas memberikan manfaat yang besar. Hal ini karena video dapat memberikan input asli dan otentik.

                Video dapat digunakan dalam berbagai pembelajaran di kelas, sebagai cara untuk menyajikan konten, memulai diskusi, untuk memberikan ilustrasi untuk topik dan konten tertentu, pembelajaran mandiri dan situasi evaluasi. Ketika guru membawa materi video ke ruang kelas bahasa, siswa dapat langsung memperoleh sejumlah besar informasi latar belakang budaya dan sikap emosional tentang materi pembelajaran. Saat melihat materi video, siswa dapat menempatkan diri mereka dalam suasana nyata yang diciptakan oleh materi video dan memahami pragmatik bahasa yang digunakan oleh actor yang ada dalam video. Dibandingkan dengan pengajaran bahasa konvensional, penggunaan video seperti itu benar-benar mempraktikkan strategi pengajaran yang berpusat pada siswa. Oleh karenanya perlu dilaksanakan sebuah pembelajaran yang mengoptimalkan media pembelajaran berbasis audio visual untuk meningkatkan keterampilan menulis berita siswa.

 

  1. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang batasan masalah yang diberikan maka di rumuskan adalah “ Apakah penerapan Media Audio Visual dapat meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Inggris siswa Kelas X IPA 7 semester 1 SMAN 3 Cikarang Utara tahun pelajaran 2020/2021? “

 

  1. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media pembelajaran Audio Visual terhadap kemampuan menulis Expression of asking and stating intention siswa Kelas X IPA 7 semester 1 SMAN 3 Cikarang Utara tahun pelajaran 2014/2015. 

  1. METODE PENELITIAN

Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan terhadap 36 peserta didik kelas X MIPA 6   SMA Negeri 3 Cikarang Utara, Desa Waluya, Kec. Cikarang Utara, Kab. Bekasi,  Propinsi Jawa Barat.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Nopember semester ganjil Tahun Pelajaran 2020/2021. pada mata pelajaran Bahasa Inggris  materi Stating Intention (Be going to, will, dan would like to).

              Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.

         Tujuan utama PTK adalah untuk menyelesaikan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas. Kegiatan penelitian ini tidak saja bertujuan untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan.

                Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK).  Ada empat tahapan yang lazim dilalui dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu (1) Perencanaan,  (2)  Pelaksanaan, (3)  Pengamatan,  dan (4) Refleksi (Arikunto, 2007: 11).  Seperti pada model dibawah ini:

Keempat langkah dengan dua siklus di atas dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis bahasa inggris.

  1. Perencanaan

Dalam tahap perencanaan ini peneliti menyusun rancangan untuk menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian untuk diamati, kemudian membuat sebuah instrument untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung.

  1. Pelaksanaan tindakan

         Pada tahap pelaksanaan ini rancangan pembelajaran yang telah disusun akan diterapkan.

  1. Pengamatan

Pengamatan atau observasi ini sebenarnya dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan, kedua tahap ini terlaksana pada waktu yang sama. Peneliti melakukan observasi dan mencatat semua hal yang terjadi pada proses pembelajaran untuk mengumpulkan data.

  1. Refleksi

Tahap refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Refleksi juga bertujuan untuk menemukan hal-hal yang dirasa sudah sesuai dengan rancangan dan secara cermat dan mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Melalui tahap refleksi seorang peneliti bisa memutuskan apakah penelitian perlu dilanjutkan kesiklus selanjutnya atau sudah cukup dan diakhiri sampai sikl us tersebut.

Adapun hal- hal yang harus dipersiapkan dalam penelitian ini meliputi:

  1. Perangkat pembelajaran,meliputi:

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mengimplementasikan metode pembelajaran discovery learning.

  1. Menyiapkan materi dan membuat bahandiskusi.
  2. InstrumenPenelitian,meliputi:
    1. Lembar observasi keaktifan siswa
    2. Lembar observasi pelaksanaan metode  pembelajaran       discovery
    3. Soal Tes untuk mengukur kompetensi kognitif siswa

 

III. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan selama dua siklus ini, diperoleh hasil yang meningkat pada setiap siklusnya. Pengukuran peningkatan kemapuan menulis Bahasa Inggris  peserta didik dilakukan dengan melakukan penugasan penulisan sebuah paragraf dengan menggunakan lembar penilaian keterampilan menulis Bahasa Inggris. Data capaian kemampuan menulis peserta didik pada siklus I mencapai 66,97%, dan mengalami peningkatan pasa siklus II mencapai 77,77 %. Berikut diuraikan lebih rinci mengenai persentase capaian kemampuan menulis peserta didik  pada setiap siklusnya:

 

  1. Siklus I

Berdasarkan perbandingan data diatas secara umum penggunaan media Audio Visual pada proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata dimana sebelumnya 65, 55 meningkat menjadi 69,77 persentasi ketuntasanpun mengalami peningkatan dimana sebelumnya hanya 41, 67% meningkat menjadi 52, 77%. Meskipun ketuntasan belajar sudah mengalami peningkatan namun masih belum mencapai ketuntasan belajar yang dikehendaki yaitu sebesar 75 %.

Dalam hal ini peneliti akan melanjutkan penelitian ketahap selanjutnya dengan melakukan perbaikan-perbaikan berdasarkan catatan-catatan pada lembar observasi dan jurnal belajar siswa pada kegiatan penelitian siklus 1.

 

  1. Siklus II

Berdasarkan analisis data diatas secara umum penerapan model pembelajaran penggunaan media Audio Visual (Video) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata dimana sebelumnya 66,97 meningkat menjadi 75,13 persentasi ketuntasanpun mengalami peningkatan dimana sebelumnya hanya 52, 77meningkat menjadi 77,77% dan telah mencapai target yang dikehendaki yaitu sebesar 75 %.

Dalam hal ini berdasarkan hipotesis penelitian ini maka Melalui media pembelajaran  Audio Visual (Video) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada bidang studi Bahasa Inggris  materi intention  dikelas X MIPA 6 SMA Negeri 3 Cikarang Utara.

 

Tabel 1. Peningkatan kompetensi Kognitif siswa

No

Uraian

Data Mula-Mula

Siklus 1

Siklus II

1

Jumlah Peserta Didik Kelas X MIPA 6

36

36

36

2

Rata-Rata

65,55

66,97

75,13

3

Jumlah Peserta Didik Yang Tuntas

15

19

28

4

Jumlah Peserta Didik yang tidak Tuntas

21

17

8

5

Persentasi Ketuntasan dalam kelas

41,67 %

52, 77 %

77,77 %

 

 

Berdasarkan tabel di atas pada prasiklus yang sebelum diberikan treatment, post test yang diikuti 36 siswa sebanyak  21 siswa belum tuntas dan 15

 

siswa tuntas. Pada siklus I yang diberikan treatment, post test yang diikuti 36 siswa sebanyak 17 siswa belum tuntas dan 19 siswa tuntas. Kemudian pada siklus II yang diberikan treatment, post test yang diikuti 36 sebanyak 8 siswa belum tuntas dan 28 siswa tuntas.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang telah dilakukan pada mata pelajaran Bahasa Inggris materi Stating Intention pada siswa kelas X MIPA 6, bahwa Penggunaan media Audio-Visual (Video) dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X MIPA 4 di SMAN 3 Cikarang Utara pada mata pelajaran Stating Intention. Hal ini menunjukkan persentase hasil kemampaun menulis siswa mengalami peningkatan dan mencapai indicator keberhasilan yang telah ditentukan. Peningkatan kompetensi kognitif dilihat pada rata- rata nilai kelas dan peningkatan persentase ketuntasan setelah diberikan treatment. Hal ini mendorong guru untuk menggunakan media Audio-Visual (video) dalam pembelajaran Bahasa Inggris  ini sebagai salah satu solusi pembelajaran. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Ingris di sekolah,

 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi; Suhardjono; Supardi. 2006.   Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hanafiah, N. (2012). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Rafika Aditama.

Omaggio Alice Hadley. 1993. Teaching Language 2nd Edition. USA: Heinle and Heinle Publishers

Pardiyono.  2007. Pasti  BisaTeachingGenre-Based  Writing.Yogyakarta: Penerbit Andi.

Sibernen, Mel. 2001.Strategi Pembelajaran Aktif. Jakarta; Yakpendis.

Suyatno, 2009. Menjelajah Pembelajaran Innovatif. Sidoarjo: Masmeddia Buana Pustaka.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Strategi Komunikasi (Pengertian, Teknik, Langkah dan Hambatan)

Apa itu Strategi Komunikasi?  Strategi komunikasi adalah perencanaan dalam penyampaian pesan melalui kombinasi berbagai unsur komunikasi seperti frekuensi, formalitas, isi dan sal

15/03/2020 19:18 - Oleh Administrator - Dilihat 46193 kali
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI MATRIKS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI MATRIKS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM Syahyudin Program Studi Pendidikan Matematika PPG PT-Unive

15/03/2020 19:18 - Oleh Administrator - Dilihat 971 kali
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KOMPETENSI SISWA PADA MATERI STATISTIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

              UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KOMPETENSI SISWA PADA MATERI STATISTIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARN

15/03/2020 19:18 - Oleh Administrator - Dilihat 802 kali